Results for "nationality"
Catatan Sedih Seorang B.J Habibie - Inspiratif

Art and Information – Education. Catatan Sedih Seorang B.J Habibie - Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:


“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.

“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”

“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”

“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.

“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

***

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.

Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).

Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.

N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!

2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………

3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

***
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

Pang Budito Tuesday, March 26, 2013
COP Siapkan Pusat Rehabilitasi-Reintroduksi Orangutan

Art and Information - World. Centre for Orangutan Protection (COP) mulai menyiapkan pusat rehabilitasi-reintroduksi orangutan di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pertengahan tahun ini, tempat tersebut sudah mulai dibuka.

Hal itu diungkapkan Hardi Baktiantoro selaku Principal COP, Kamis (21/2/2013). Menurut dia, tempat seluas 50 hektar itu nantinya sanggup menampung 50 orangutan. Ini akan menjadi tempat rehabilitasi orangutan kedua di Kaltim setelah Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurut Hardi, konflik antara manusia dan orangutan, terutama sebagai dampak dari konversi lahan, masih terjadi. Di sisi lain, pusat penyelamatan satwa, telah melebihi kapasitas. Saat ini pun, 15 orangutan sudah berada dalam daftar tunggu COP.

"Saat ini tengah dilakukan persiapan-persiapan. Masih proses ganti rugi lahan. Yang hendak kami pakai itu adalah hutan milik masyarakat. Setelah urusan ganti rugi lagan selesai, kami masih menyelesaikan perizinan. Ini yang butuh waktu lama, meski pembangunannya cepat. Target COP, pertengahan tahun tempat itu bisa dibuka," tutur Hardi.

Pembangunan tempat rehabilitasi-reintroduksi orangutan merupakan bentuk dukungan COP terhadap konservasi satwa. Pada 4 Februari 2013, juga ditandatangai nota kesepahaman (MoU) kerja sama perlindungan orangutan, khususnya sub spesies Pongo pygmaeus morio , oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan COP. (Source: Kompas.co)

Pang Budito Thursday, February 21, 2013
Jokowi-Ahok Menangi Pilkada DKI – LSI-SCTV

Art and Information - Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menang dalam hasil quick count yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan SCTV. Pasangan nomor urut tiga ini (Jokowi-Ahok) mendapatkan 53,8 persen suara dari hasil perhitungan cepat tersebut.

Sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mendapatkan 46,3 persen suara. Hasil perhitungan merupakan 98,75 persen suara yang diambil dari 400 tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi sampel pemungutan suara oleh LSI. Kemenangan ini disambut gembira para pendukung di pos pasangan Jokowi-Ahok di Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakarta Pusat.

Sejumlah awak media pun tak mau ketinggalan momen kemenangan ini untuk melihat bagaimana ekspresi lelaki berperawakan kurus itu menjadi pemimpin Ibu Kota. Ibu serta ketiga adik Jokowi telah datang dari Solo, Jawa Tengah. Rencananya, Jokowi akan menggelar konfrensi pers dalam waktu dekat.

Berdasarkan pantauan SCTV, pos pemenangan pasangan Fauzi Bowo-Nachromli terlihat sepi. Satu persatu para pendukung meninggalkan pos pemenangan yang terletak di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. (APY/FRD)

Pang Budito Thursday, September 20, 2012
Candi Plaosan Adalah Peninggalan Dinasti Syailendra

Art and Information - Bila Anda berkesempatan mengunjungi Candi Prambanan, jangan bergegas pulang. Di sekitar kompleks Candi Prambanan terdapat berbagai candi lain, yang walau lebih kecil, tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Candi Plaosan yang berada sekitar satu kilometer dari Prambanan.

Plaosan memiliki dua kompleks yang berseberangan, yaitu Plaosan Lor (utara) dan Plaosan Kidul (selatan). Kedua kompleks tersebut dipisahkan oleh sebuah jalan. Berbeda dari Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, Plaosan merupakan candi Buddha namun dengan gaya arsitektur terpengaruh Hindu.
Candi Plaosan merupakan peninggalan Dinasti Syailendra, dibangun di bawah perintah Rakai Pikatan untuk permaisurinya Sri Kahulunan atau Pramudyawardhani. Kompleks candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-9.

Kompleks candi terdiri dari 174 bangunan kecil dan 116 stupa yang merupakan ciri khas candi Buddha. Di gerbang kedua kompleks candi terdapat arca Dwarapala, yang dianggap sebagai penjaga lokasi yang suci.
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman terdapat sebuah pendopo. Di halaman ini terdapat tiga buah altar, yaitu altar utara, timur, dan barat. Di altar utara terdapat stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha. Sementara itu di altar timur terdapat gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya. Di altar barat terdapat gambaran Masjusri.

Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah. Pendopo ini dikelilingi oleh 8 candi kecil yang terbagi menjadi dua tingkat. Di tiap-tiap tingkat terdiri dari candi yang lebih kecil. Di Plaosan Kidul ini juga terdapat gambaran Amitbha, Vajrapani, serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai ibu dari semua Buddha. 

Dibandingkan dengan Prambanan yang hampir selalu penuh sesak oleh wisatawan — baik domestik maupun internasional — Candi Plaosan cukup sepi. Mungkin karena tidak banyak dikenal. Namun, justru itulah kelebihannya. Saya sangat menikmati kunjungan ke kompleks candi ini.

Salah satu hal yang paling mengesankan adalah keberadaan candi yang terletak di tengah-tengah hamparan padi yang hijau. Burung-burung pun masih bebas berkeliaran di atas bebatuan.

Jangan kira Plaosan hanyalah sebuah kompleks kecil. Panjangnya mencapai 460 meter sedangkan lebarnya sekitar 290 meter. Di bagian dalam pagar terdapat parit yang mengelilingi kompleks candi.

Candi utama di Plaosan Lor dan Plaosan Kidul memiliki teras yang datar yang mengelilingi candi. Menurut sejarawan arsitektur seperti ini cukup unik, karena berbeda dengan candi-candi lainnya. Ada yang berpendapat bahwa teras yang datar tersebut dahulu difungsikan sebagai wihara.

Harga tiket masuk kompleks candi adalah Rp 5000 per orang. Parkir sepeda motor disediakan oleh  penduduk setempat di seberang pintu gerbang candi dengan tarif Rp 2000.

Lokasi Candi Plaosan cukup dekat dengan Prambanan. Dari jalan Yogya-Solo, Anda tinggal membelok ke kiri — menyusuri jalan yang berada tepat di sebelah kiri kompleks Prambanan. Jalan ini adalah jalan alternatif menuju ke Magelang. Di pertigaan, Anda membelok ke kanan hingga menemukan lokasi Candi Plaosan.

Oleh: Olenka Priyadarsani

Pang Budito
Daihatsu Ayla Tanpa AC Start Rp 75 Juta
Art and Information - Sebuah informasi bocor menunjukkan bahwa Daihatsu Ayla, city car murah kolaborasi Toyota-Daihatsu ada tiga pilihan tipe. Mobil yang dirakit PT Astra Daihatsu Motor ini akan ada versi termurah, menengah, dan yang termahal dengan harga mulai Rp 75 juta - Rp 100 juta.

"Yang termurah tidak dipasangkan AC. Tapi nanti konsumen bisa pasang sendiri," urai seorang narasumber yang tidak menjelaskan berapa harga AC tambahan tersebut jika nanti konsumen yang memilih Ayla termurah ingin membelinya.

Adapun varian terbagi tiga dengan kode D, M dan X. Varian D sebagai yang termurah dilepas dengan harga Rp 75 juta tanpa AC dan sistem hiburan audio. Varian M tersedia dalam pilihan transmisi manual dan otomatis dengan perbedaan harga Rp 10 juta (M/T Rp 80 juta, sedangkan A/T Rp 90 juta).

Varian X sebagai yang termahal juga dipasarkan dengan pilihan dua transmisi. Untuk versi manual dilepas dengan harga Rp 88 juta sedangkan untuk versi otomatis dibanderol harga Rp 100 juta.

Mobil tersebut dinamai Ayla, mirip-mirip dengan nama Agya yang merupakan mobil murah Toyota. Kemiripan nama ini tak lain karena memang merupakan produk kolaborasi Toyota-Daihatsu seperti layaknya Avanza-Xenia dan Rush-Terios.

"Sudah banyak yang menunggu ya. Kita sebenarnya tinggal menunggu pemerintah (soal regulasi LCGC) karena ini akan dipamerkan di IIMS 2012," ungkap Presiden Direktur ADM Sudirman Maman Rusdi pada suatu kesempatan di Jakarta. Adapun Joko Trisantoyo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) pada Kamis kemarin juga menyatakan bahwa Agya akan tampil di publik IIMS 2012 baik Daihatsu Ayla maupun Toyota Agya kabarnya akan dipasangi mesin 3 silinder 1.000 cc. Dengan mengandalkan mesin ini konsumsi bahan bakar rata-rata bias mencapai sekitar 22 km/liter.

Harganya yang menarik memang menggiurkan. Namun berkaca pada Honda Brio yang ternyata 50 persen lebih mahal dari harga aslinya. Maka kalaupun Toyota Agya berkasus serupa, mudah-mudahan konsumen Tanah Air tidak terlalu kecewa. (kpl/why/vin)

Pang Budito
Paris Hilton Attends Opening Salon in Bali

Art and Information - Paris Hilton the world celebrities will attend the opening party and a beauty salon owned by his friend Rob Peetoom in Seminyak, Kuta, Bali. This was revealed by the PublicRelations Manager Rob Peetoom Hair Salon Spa, Lina Mulyani in Petitenget, Seminyak, Thursday (10/11/2011).

"Paris Hilton tonight (Thursday night) will come for the opening of this salon, and thenproceed with a private party relationships and Rob about 20.00 pm," he said.
The party that will bring the fashion show was held at Metis Restaurant, Seminyak, which is not far from the location of the salon Rob Peetoom.

Art and Information – Paris Hilton is a friend of Rob. At that time Paris had attended Rob's birthday is the 40th, while the salon, Seminyak is a beauty salon to the 15's Rob Peetoom.
"The 14 other salons in the Netherlands. And the salon is a salon on Bali's first branchabroad. Paris has also been to the hairdresser Rob in the Netherlands, and it's onedibooking salon," said Lina.

Besides Paris Hilton, the artist Happy Salma Indonesia had also come to the beauty salon Rob Peetoom in Seminyak on October 7, 2011 when Soft Opening ceremony was held.
Beauty salon which has an area of 1,000 square meters with 25 workers from the Netherlands and Indoneisa it is one of the expensive salons that have a market to foreignnationals.

Art and Information - For a one-time service shampooing, Rob Peetoom charge 300 thousand, while for other beauty services cost an average of 400 thousand worth up to Rp 3 million. Paris Hilton came to Bali with friends model Cheyenne Tozzi players in the movie X-Men. He was known to arrive in Bali on Wednesday (9 / 11) night, as he wrote in the account of micro blogging site, Twitter. Paris plans to be in Bali for a week, and staying in a hotel in Seminyak area.

Pang Budito Monday, November 14, 2011
News Osama bin Laden
Osama and Obama

Art and Information, These are the facts obtained relating to the United States invasion kemarkas Al Qaeda leader Osama bin Laden, among them White House had to revise a story about the raid that killed Osama bin Laden in Abbottabad, Pakistan, according to a published newspaper in English, Guardian , reported. This media is recorded, which turned many facts about the raid operation, and about Osama bin Laden himself.
Now, Osama bin Laden safe house guarded by the police in Pakistan. However, there are many traces of bin Laden who has been abolished. At least, the American soldiers who have been exploring the three-storey building that brings a computer hard drive and valuable documents, including Bin Laden's body was also covered with blood, which is then buried at sea.
The next day, Pakistani intelligence - angry for not receiving information about the raid. They came carrying furniture and other goods. But it was not possible to remove every trace of drama into the hunting end. What are the facts that are not straight from the raid?, Following data from the Guardian:
* "This is silver!" Yasser, boy 12 years, said. What was holding only a piece of an ordinary automobile exhaust. Preview the U.S. that bin Laden lives in a luxury mansion influence the public of Pakistan, that al Qaeda leader was wallowing in wealth at the end. An intelligence that roamed the nearby seemed nervous, before grabbing the child by the hand and led him away.
* A few hours after the death of Bin Laden, U.S. officials told him that he was against and therefore was shot by a special team of the United States Navy who raided the second floor and three of his hiding place. 
That fact was not true. Bin Laden was unarmed, was shot in the head and chest.
* Other details mentioning he used one of his wives as human shields. 
In fact, his wife was wounded in the leg as he raced towards the special forces before he was killed.
* Was mentioned, Osama bin Laden safe house is a mansion near the Pakistan army headquarters lease worth millions of dollars. 
In fact, high-walled house was far from that description, at least visible from the building that peeling paint and unkempt, and none on the ground-floor air conditioning.
* The details, however, remain vague. 
U.S. officials to change their initial version to reveal that a woman who was killed in an attack on the complex was not Bin Laden's wives.
It is also not clear how Bin Laden, who cornered in a room on the third floor which is marked by shattered window glass, against the current U.S. army broke into his room.
(Source Daily Republika.Co.Id)

Pang Budito Wednesday, May 4, 2011
Art and Information - Beaches in West Sumba Megalithic - A Travel Notes
Art and Information, South West Sumba show its beauty through Kampung Ratenggaro. The village is special because it is situated on a cliff on the beach Ratewoyo. Its position overlooking the sea with huge waves breaking reef. Straight ahead, no more land until we came to Africa.
Nationality - The village was originally located on the headland that is located right by the beach. But the tide causing abrasion and water into the house, so the residents decided to move the village to a higher cliff.
In the former village on the beach still remains a collection of megalithic stone graves. The shape is different from the graves of stone slabs piled like in the town of Waikabubak. 
The tomb stones here are made of stone intact with more than two meters high and decorated with writings and ancient drawings.
Art and Information - Nationality, seated next to an ancient stone tomb with a gorgeous beach watching the waves crashing, I understand why so revered Sumba be rich culture and natural beauty. Soft white sandy beach flanked by rocks and high cliffs remind me of the Tanah Lot in Bali. Of course, the beach is far more beautiful and very quiet. Unfortunately I came when cloudy so could not watch the sunset.

The village is located in Kodi, West Sumba. 
Kodi is on the western tip of the island of Sumba. This place is about 80 kilometers from the city where I stay, Waikabubak. Viewed in this roadmap a little play, but this is the way the conditions are best.

Art and Information - Nationality, fields, houses on the roadside with a grave stone in the yard, ravine and forest into a wonderful treat for the eyes along the journey. 
Before leaving, we bought a souvenir of the villagers. Rooms for the gentlemen, betel nut for the mothers and candy to the kids.
Living in such a beautiful area had little effect on the welfare of villagers. Only segelitir of those who make a living from the sea.Moreover, this village consists of only five traditional houses.Fires burned four years ago almost all houses in the village. Of the 13 houses, only one survivor.
Indigenous Villages Sumba did have a high fire risk. 
Roofs made of thatch flammable in the dry season. The fire spread in the wind, so the fires usually destroy all houses in the region.

Art and Information - Nationality, rebuild the custom house was not cheap. 
Villagers told me that a house requires four main pillars to remain standing. "One timber cost the same as a buffalo," said the occupants of the village. That's just the cost for the main mast, not counting the cost to build the walls, floor and roof. Besides the costs, the materials are easily obtained from the original forest is now increasingly difficult to find.

Next I visited the Kampung Paronabaroro. 
The condition of villages in this region is different from the village that I browse in the town of Waikabubak earlier. Remote location that makes this village is still very simple. Marapu belief still held closely by its residents.
Art and Information - Nationality, old woman topless wearing a cloth. 
Men and women chew betel nut which makes them red saliva kesumba. This custom began in teens and make the lips look like wearing red lipstick. Horses tied to the side of the house as a symbol of social status.

The entrance to this village along a path about 4 miles. 
At the front of the village there is a full clearing the newer grave stone. Some have been modified by using cement, stone is no longer intact.
Grave stones with older age is located in the center of the village.The complex surrounds a grave stone altar where the conduct traditional ceremonies. 
Not just anyone can set foot into places that are considered sacred.
Art and Information - Nationality, electricity had just entered the region in late January. 
The power source comes from the generator fuel is filled by a joint venture with several villages in the vicinity. To save money, they only use it at night.

(On the take from the writings Famega Syavira Putri)


Pang Budito Thursday, April 21, 2011
Vacation - Hotel Majapahit, Surabaya
Art and Information - Hotel Majapahit was built in 1910, as the Oranje Hotel (the name of the dutch royal family) by Lucas Martin Sarkies from Amernian family which also owns the famous Raffles in Singapore, the Strand in Rangoon, and Eastern Oriental in Penang, Hotel Majapahit is a hotel classical art style and a national pride.


Art and Information, this hotel has an impressive history that combines romance and elegance. Graceful architecture and gardens that reflect the colonial style. Hotel managers also complete recreation facilities upscale spa,fitness center, and restaurants
Being a strategic location situated at the center of Surabaya business and shopping, distance 25 minutes from the international airport. Has 143 spacious and luxurious rooms and suites overlooking the garden, and 10 of the Majapahit club room with a special maid, gold-plated bathroom fixtures and other luxury facilities, all of which enhance the elegance of the architecture.

Art and Information, guests staying at the Hotel Majapahit can enjoy the services of a luxury hotel and spa, which offers a range of treatments to refresh body and mind, as well as comprehensive health club which includes fitness center, tennis courts and swimming pool.

Art and Information, bathroom in every room and luxurious suitesare decorated with gold and marble. In addition, he also has one of the president of the largest and most elegant suites are designed in Asia, covering an area of ​​800 square meters. After you have through a tiring day you can dine at one restaurant in the hotel will be a very satisfying experience.

Pang Budito
Tours For The Adventurers - Wakatobi in Southeast Sulawesi
Indonesia is a country rich in natural beauty potential is very exciting for tourists. A touch of traditional and culture of each region is still very thick, it is an added value tourism potential of this region. One of them is Wakatobi. Wakatobi is an acronym for Perfume-scented, Kaledupa, Tomia and Binongko which is the name of the four major islands in the Wakatobi National Park. 
Wakatobi National Park, is one of 50 national parks
Indonesia, situated in Wakatobi in Southeast Sulawesi.

Pang Budito Saturday, January 15, 2011
Culture and Tourism of Papua - Indonesia
One of the big island in Indonesia is the island of Papua, which has been nicknamed the earth paradise. Papua is the easternmost section of Indonesia. Direct border with Papua New Guinea, Australia directly adjacent to the sea. Geographically Papua are a very strategic location.


Sightseeing in Papua has not optimally utilized. So that when compared with other parts of Indonesia lagged behind. In addition to transportation facilities that have not been evenly also a lack of media campaign to market the tourism potential there.

One of the prime attractions of West Papua New Guinea in particular, precisely in the City of Kaimana.

Culture and Tourism of Papua - Indonesia

Pang Budito Monday, January 3, 2011
Showing posts with label nationality. Show all posts
Showing posts with label nationality. Show all posts

Tuesday, March 26, 2013

Catatan Sedih Seorang B.J Habibie - Inspiratif


Art and Information – Education. Catatan Sedih Seorang B.J Habibie - Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya, Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN.

Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan………………

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:


“Dik, anda tahu…………..saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan……………..

“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, …….itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur………Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara.

Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara.

Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia.

Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN”.

“Sekarang Dik,…………anda semua lihat sendiri…………..N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini.

Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?”

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

“Dik tahu…………….di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia………….”

“Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa…………….”

“Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua…………………?”

“Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun”.

“Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas…………………..

***

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang).

Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin.

Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG).

Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop.

N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama……………..

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu………bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir………….kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya………………..

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik………….organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik………………”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ………………………

“Dik, ……….saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ………..ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar.

Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya…………saya mau kasih informasi……….. Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu……………………”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam…………… seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan……………………

“Dik, kalian tau……………..2 minggu setelah ditinggalkan ibu…………suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu……… Ainun……… Ainun …………….. Ainun …………..saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini…………..’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!

2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus……………

3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga……………………….”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) …………………. ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun…………..dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia…….

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat…………. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata…………………………

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui…………………

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang….. (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).

Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu…………semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif……………….”

***
Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo

Thursday, February 21, 2013

COP Siapkan Pusat Rehabilitasi-Reintroduksi Orangutan


Art and Information - World. Centre for Orangutan Protection (COP) mulai menyiapkan pusat rehabilitasi-reintroduksi orangutan di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Pertengahan tahun ini, tempat tersebut sudah mulai dibuka.

Hal itu diungkapkan Hardi Baktiantoro selaku Principal COP, Kamis (21/2/2013). Menurut dia, tempat seluas 50 hektar itu nantinya sanggup menampung 50 orangutan. Ini akan menjadi tempat rehabilitasi orangutan kedua di Kaltim setelah Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurut Hardi, konflik antara manusia dan orangutan, terutama sebagai dampak dari konversi lahan, masih terjadi. Di sisi lain, pusat penyelamatan satwa, telah melebihi kapasitas. Saat ini pun, 15 orangutan sudah berada dalam daftar tunggu COP.

"Saat ini tengah dilakukan persiapan-persiapan. Masih proses ganti rugi lahan. Yang hendak kami pakai itu adalah hutan milik masyarakat. Setelah urusan ganti rugi lagan selesai, kami masih menyelesaikan perizinan. Ini yang butuh waktu lama, meski pembangunannya cepat. Target COP, pertengahan tahun tempat itu bisa dibuka," tutur Hardi.

Pembangunan tempat rehabilitasi-reintroduksi orangutan merupakan bentuk dukungan COP terhadap konservasi satwa. Pada 4 Februari 2013, juga ditandatangai nota kesepahaman (MoU) kerja sama perlindungan orangutan, khususnya sub spesies Pongo pygmaeus morio , oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan COP. (Source: Kompas.co)

Thursday, September 20, 2012

Jokowi-Ahok Menangi Pilkada DKI – LSI-SCTV


Art and Information - Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menang dalam hasil quick count yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) bekerja sama dengan SCTV. Pasangan nomor urut tiga ini (Jokowi-Ahok) mendapatkan 53,8 persen suara dari hasil perhitungan cepat tersebut.

Sementara pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mendapatkan 46,3 persen suara. Hasil perhitungan merupakan 98,75 persen suara yang diambil dari 400 tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi sampel pemungutan suara oleh LSI. Kemenangan ini disambut gembira para pendukung di pos pasangan Jokowi-Ahok di Jalan Borobudur No 22, Menteng, Jakarta Pusat.

Sejumlah awak media pun tak mau ketinggalan momen kemenangan ini untuk melihat bagaimana ekspresi lelaki berperawakan kurus itu menjadi pemimpin Ibu Kota. Ibu serta ketiga adik Jokowi telah datang dari Solo, Jawa Tengah. Rencananya, Jokowi akan menggelar konfrensi pers dalam waktu dekat.

Berdasarkan pantauan SCTV, pos pemenangan pasangan Fauzi Bowo-Nachromli terlihat sepi. Satu persatu para pendukung meninggalkan pos pemenangan yang terletak di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. (APY/FRD)

Candi Plaosan Adalah Peninggalan Dinasti Syailendra


Art and Information - Bila Anda berkesempatan mengunjungi Candi Prambanan, jangan bergegas pulang. Di sekitar kompleks Candi Prambanan terdapat berbagai candi lain, yang walau lebih kecil, tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Candi Plaosan yang berada sekitar satu kilometer dari Prambanan.

Plaosan memiliki dua kompleks yang berseberangan, yaitu Plaosan Lor (utara) dan Plaosan Kidul (selatan). Kedua kompleks tersebut dipisahkan oleh sebuah jalan. Berbeda dari Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, Plaosan merupakan candi Buddha namun dengan gaya arsitektur terpengaruh Hindu.
Candi Plaosan merupakan peninggalan Dinasti Syailendra, dibangun di bawah perintah Rakai Pikatan untuk permaisurinya Sri Kahulunan atau Pramudyawardhani. Kompleks candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-9.

Kompleks candi terdiri dari 174 bangunan kecil dan 116 stupa yang merupakan ciri khas candi Buddha. Di gerbang kedua kompleks candi terdapat arca Dwarapala, yang dianggap sebagai penjaga lokasi yang suci.
Kompleks Candi Plaosan Lor memiliki halaman tengah yang dikelilingi oleh dinding dengan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman terdapat sebuah pendopo. Di halaman ini terdapat tiga buah altar, yaitu altar utara, timur, dan barat. Di altar utara terdapat stupa Samantabadhara dan figur Ksitigarbha. Sementara itu di altar timur terdapat gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya. Di altar barat terdapat gambaran Masjusri.

Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah. Pendopo ini dikelilingi oleh 8 candi kecil yang terbagi menjadi dua tingkat. Di tiap-tiap tingkat terdiri dari candi yang lebih kecil. Di Plaosan Kidul ini juga terdapat gambaran Amitbha, Vajrapani, serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai ibu dari semua Buddha. 

Dibandingkan dengan Prambanan yang hampir selalu penuh sesak oleh wisatawan — baik domestik maupun internasional — Candi Plaosan cukup sepi. Mungkin karena tidak banyak dikenal. Namun, justru itulah kelebihannya. Saya sangat menikmati kunjungan ke kompleks candi ini.

Salah satu hal yang paling mengesankan adalah keberadaan candi yang terletak di tengah-tengah hamparan padi yang hijau. Burung-burung pun masih bebas berkeliaran di atas bebatuan.

Jangan kira Plaosan hanyalah sebuah kompleks kecil. Panjangnya mencapai 460 meter sedangkan lebarnya sekitar 290 meter. Di bagian dalam pagar terdapat parit yang mengelilingi kompleks candi.

Candi utama di Plaosan Lor dan Plaosan Kidul memiliki teras yang datar yang mengelilingi candi. Menurut sejarawan arsitektur seperti ini cukup unik, karena berbeda dengan candi-candi lainnya. Ada yang berpendapat bahwa teras yang datar tersebut dahulu difungsikan sebagai wihara.

Harga tiket masuk kompleks candi adalah Rp 5000 per orang. Parkir sepeda motor disediakan oleh  penduduk setempat di seberang pintu gerbang candi dengan tarif Rp 2000.

Lokasi Candi Plaosan cukup dekat dengan Prambanan. Dari jalan Yogya-Solo, Anda tinggal membelok ke kiri — menyusuri jalan yang berada tepat di sebelah kiri kompleks Prambanan. Jalan ini adalah jalan alternatif menuju ke Magelang. Di pertigaan, Anda membelok ke kanan hingga menemukan lokasi Candi Plaosan.

Oleh: Olenka Priyadarsani

Daihatsu Ayla Tanpa AC Start Rp 75 Juta

Art and Information - Sebuah informasi bocor menunjukkan bahwa Daihatsu Ayla, city car murah kolaborasi Toyota-Daihatsu ada tiga pilihan tipe. Mobil yang dirakit PT Astra Daihatsu Motor ini akan ada versi termurah, menengah, dan yang termahal dengan harga mulai Rp 75 juta - Rp 100 juta.

"Yang termurah tidak dipasangkan AC. Tapi nanti konsumen bisa pasang sendiri," urai seorang narasumber yang tidak menjelaskan berapa harga AC tambahan tersebut jika nanti konsumen yang memilih Ayla termurah ingin membelinya.

Adapun varian terbagi tiga dengan kode D, M dan X. Varian D sebagai yang termurah dilepas dengan harga Rp 75 juta tanpa AC dan sistem hiburan audio. Varian M tersedia dalam pilihan transmisi manual dan otomatis dengan perbedaan harga Rp 10 juta (M/T Rp 80 juta, sedangkan A/T Rp 90 juta).

Varian X sebagai yang termahal juga dipasarkan dengan pilihan dua transmisi. Untuk versi manual dilepas dengan harga Rp 88 juta sedangkan untuk versi otomatis dibanderol harga Rp 100 juta.

Mobil tersebut dinamai Ayla, mirip-mirip dengan nama Agya yang merupakan mobil murah Toyota. Kemiripan nama ini tak lain karena memang merupakan produk kolaborasi Toyota-Daihatsu seperti layaknya Avanza-Xenia dan Rush-Terios.

"Sudah banyak yang menunggu ya. Kita sebenarnya tinggal menunggu pemerintah (soal regulasi LCGC) karena ini akan dipamerkan di IIMS 2012," ungkap Presiden Direktur ADM Sudirman Maman Rusdi pada suatu kesempatan di Jakarta. Adapun Joko Trisantoyo, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) pada Kamis kemarin juga menyatakan bahwa Agya akan tampil di publik IIMS 2012 baik Daihatsu Ayla maupun Toyota Agya kabarnya akan dipasangi mesin 3 silinder 1.000 cc. Dengan mengandalkan mesin ini konsumsi bahan bakar rata-rata bias mencapai sekitar 22 km/liter.

Harganya yang menarik memang menggiurkan. Namun berkaca pada Honda Brio yang ternyata 50 persen lebih mahal dari harga aslinya. Maka kalaupun Toyota Agya berkasus serupa, mudah-mudahan konsumen Tanah Air tidak terlalu kecewa. (kpl/why/vin)

Monday, November 14, 2011

Paris Hilton Attends Opening Salon in Bali


Art and Information - Paris Hilton the world celebrities will attend the opening party and a beauty salon owned by his friend Rob Peetoom in Seminyak, Kuta, Bali. This was revealed by the PublicRelations Manager Rob Peetoom Hair Salon Spa, Lina Mulyani in Petitenget, Seminyak, Thursday (10/11/2011).

"Paris Hilton tonight (Thursday night) will come for the opening of this salon, and thenproceed with a private party relationships and Rob about 20.00 pm," he said.
The party that will bring the fashion show was held at Metis Restaurant, Seminyak, which is not far from the location of the salon Rob Peetoom.

Art and Information – Paris Hilton is a friend of Rob. At that time Paris had attended Rob's birthday is the 40th, while the salon, Seminyak is a beauty salon to the 15's Rob Peetoom.
"The 14 other salons in the Netherlands. And the salon is a salon on Bali's first branchabroad. Paris has also been to the hairdresser Rob in the Netherlands, and it's onedibooking salon," said Lina.

Besides Paris Hilton, the artist Happy Salma Indonesia had also come to the beauty salon Rob Peetoom in Seminyak on October 7, 2011 when Soft Opening ceremony was held.
Beauty salon which has an area of 1,000 square meters with 25 workers from the Netherlands and Indoneisa it is one of the expensive salons that have a market to foreignnationals.

Art and Information - For a one-time service shampooing, Rob Peetoom charge 300 thousand, while for other beauty services cost an average of 400 thousand worth up to Rp 3 million. Paris Hilton came to Bali with friends model Cheyenne Tozzi players in the movie X-Men. He was known to arrive in Bali on Wednesday (9 / 11) night, as he wrote in the account of micro blogging site, Twitter. Paris plans to be in Bali for a week, and staying in a hotel in Seminyak area.

Wednesday, May 4, 2011

News Osama bin Laden

Osama and Obama

Art and Information, These are the facts obtained relating to the United States invasion kemarkas Al Qaeda leader Osama bin Laden, among them White House had to revise a story about the raid that killed Osama bin Laden in Abbottabad, Pakistan, according to a published newspaper in English, Guardian , reported. This media is recorded, which turned many facts about the raid operation, and about Osama bin Laden himself.
Now, Osama bin Laden safe house guarded by the police in Pakistan. However, there are many traces of bin Laden who has been abolished. At least, the American soldiers who have been exploring the three-storey building that brings a computer hard drive and valuable documents, including Bin Laden's body was also covered with blood, which is then buried at sea.
The next day, Pakistani intelligence - angry for not receiving information about the raid. They came carrying furniture and other goods. But it was not possible to remove every trace of drama into the hunting end. What are the facts that are not straight from the raid?, Following data from the Guardian:
* "This is silver!" Yasser, boy 12 years, said. What was holding only a piece of an ordinary automobile exhaust. Preview the U.S. that bin Laden lives in a luxury mansion influence the public of Pakistan, that al Qaeda leader was wallowing in wealth at the end. An intelligence that roamed the nearby seemed nervous, before grabbing the child by the hand and led him away.
* A few hours after the death of Bin Laden, U.S. officials told him that he was against and therefore was shot by a special team of the United States Navy who raided the second floor and three of his hiding place. 
That fact was not true. Bin Laden was unarmed, was shot in the head and chest.
* Other details mentioning he used one of his wives as human shields. 
In fact, his wife was wounded in the leg as he raced towards the special forces before he was killed.
* Was mentioned, Osama bin Laden safe house is a mansion near the Pakistan army headquarters lease worth millions of dollars. 
In fact, high-walled house was far from that description, at least visible from the building that peeling paint and unkempt, and none on the ground-floor air conditioning.
* The details, however, remain vague. 
U.S. officials to change their initial version to reveal that a woman who was killed in an attack on the complex was not Bin Laden's wives.
It is also not clear how Bin Laden, who cornered in a room on the third floor which is marked by shattered window glass, against the current U.S. army broke into his room.
(Source Daily Republika.Co.Id)

Thursday, April 21, 2011

Art and Information - Beaches in West Sumba Megalithic - A Travel Notes

Art and Information, South West Sumba show its beauty through Kampung Ratenggaro. The village is special because it is situated on a cliff on the beach Ratewoyo. Its position overlooking the sea with huge waves breaking reef. Straight ahead, no more land until we came to Africa.
Nationality - The village was originally located on the headland that is located right by the beach. But the tide causing abrasion and water into the house, so the residents decided to move the village to a higher cliff.
In the former village on the beach still remains a collection of megalithic stone graves. The shape is different from the graves of stone slabs piled like in the town of Waikabubak. 
The tomb stones here are made of stone intact with more than two meters high and decorated with writings and ancient drawings.
Art and Information - Nationality, seated next to an ancient stone tomb with a gorgeous beach watching the waves crashing, I understand why so revered Sumba be rich culture and natural beauty. Soft white sandy beach flanked by rocks and high cliffs remind me of the Tanah Lot in Bali. Of course, the beach is far more beautiful and very quiet. Unfortunately I came when cloudy so could not watch the sunset.

The village is located in Kodi, West Sumba. 
Kodi is on the western tip of the island of Sumba. This place is about 80 kilometers from the city where I stay, Waikabubak. Viewed in this roadmap a little play, but this is the way the conditions are best.

Art and Information - Nationality, fields, houses on the roadside with a grave stone in the yard, ravine and forest into a wonderful treat for the eyes along the journey. 
Before leaving, we bought a souvenir of the villagers. Rooms for the gentlemen, betel nut for the mothers and candy to the kids.
Living in such a beautiful area had little effect on the welfare of villagers. Only segelitir of those who make a living from the sea.Moreover, this village consists of only five traditional houses.Fires burned four years ago almost all houses in the village. Of the 13 houses, only one survivor.
Indigenous Villages Sumba did have a high fire risk. 
Roofs made of thatch flammable in the dry season. The fire spread in the wind, so the fires usually destroy all houses in the region.

Art and Information - Nationality, rebuild the custom house was not cheap. 
Villagers told me that a house requires four main pillars to remain standing. "One timber cost the same as a buffalo," said the occupants of the village. That's just the cost for the main mast, not counting the cost to build the walls, floor and roof. Besides the costs, the materials are easily obtained from the original forest is now increasingly difficult to find.

Next I visited the Kampung Paronabaroro. 
The condition of villages in this region is different from the village that I browse in the town of Waikabubak earlier. Remote location that makes this village is still very simple. Marapu belief still held closely by its residents.
Art and Information - Nationality, old woman topless wearing a cloth. 
Men and women chew betel nut which makes them red saliva kesumba. This custom began in teens and make the lips look like wearing red lipstick. Horses tied to the side of the house as a symbol of social status.

The entrance to this village along a path about 4 miles. 
At the front of the village there is a full clearing the newer grave stone. Some have been modified by using cement, stone is no longer intact.
Grave stones with older age is located in the center of the village.The complex surrounds a grave stone altar where the conduct traditional ceremonies. 
Not just anyone can set foot into places that are considered sacred.
Art and Information - Nationality, electricity had just entered the region in late January. 
The power source comes from the generator fuel is filled by a joint venture with several villages in the vicinity. To save money, they only use it at night.

(On the take from the writings Famega Syavira Putri)


Vacation - Hotel Majapahit, Surabaya

Art and Information - Hotel Majapahit was built in 1910, as the Oranje Hotel (the name of the dutch royal family) by Lucas Martin Sarkies from Amernian family which also owns the famous Raffles in Singapore, the Strand in Rangoon, and Eastern Oriental in Penang, Hotel Majapahit is a hotel classical art style and a national pride.


Art and Information, this hotel has an impressive history that combines romance and elegance. Graceful architecture and gardens that reflect the colonial style. Hotel managers also complete recreation facilities upscale spa,fitness center, and restaurants
Being a strategic location situated at the center of Surabaya business and shopping, distance 25 minutes from the international airport. Has 143 spacious and luxurious rooms and suites overlooking the garden, and 10 of the Majapahit club room with a special maid, gold-plated bathroom fixtures and other luxury facilities, all of which enhance the elegance of the architecture.

Art and Information, guests staying at the Hotel Majapahit can enjoy the services of a luxury hotel and spa, which offers a range of treatments to refresh body and mind, as well as comprehensive health club which includes fitness center, tennis courts and swimming pool.

Art and Information, bathroom in every room and luxurious suitesare decorated with gold and marble. In addition, he also has one of the president of the largest and most elegant suites are designed in Asia, covering an area of ​​800 square meters. After you have through a tiring day you can dine at one restaurant in the hotel will be a very satisfying experience.

Saturday, January 15, 2011

Tours For The Adventurers - Wakatobi in Southeast Sulawesi

Indonesia is a country rich in natural beauty potential is very exciting for tourists. A touch of traditional and culture of each region is still very thick, it is an added value tourism potential of this region. One of them is Wakatobi. Wakatobi is an acronym for Perfume-scented, Kaledupa, Tomia and Binongko which is the name of the four major islands in the Wakatobi National Park. 
Wakatobi National Park, is one of 50 national parks
Indonesia, situated in Wakatobi in Southeast Sulawesi.

Monday, January 3, 2011

Culture and Tourism of Papua - Indonesia

One of the big island in Indonesia is the island of Papua, which has been nicknamed the earth paradise. Papua is the easternmost section of Indonesia. Direct border with Papua New Guinea, Australia directly adjacent to the sea. Geographically Papua are a very strategic location.


Sightseeing in Papua has not optimally utilized. So that when compared with other parts of Indonesia lagged behind. In addition to transportation facilities that have not been evenly also a lack of media campaign to market the tourism potential there.

One of the prime attractions of West Papua New Guinea in particular, precisely in the City of Kaimana.